BBCA-BMRI Menahan IHSG Jatuh Lebih Dalam

BBCA-BMRI Menahan IHSG Jatuh Lebih Dalam

Pada perdagangan Selasa (3 Maret 2026), saham BBCA dan BMRI menjadi penopang utama yang mencegah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lebih dalam, meskipun indeks akhirnya ditutup melemah 0,96% di kisaran 7.939,77 poin. 

Performa positif dari kedua saham bank jumbo ini memberikan kontribusi signifikan terhadap bobot IHSG, di tengah tekanan pasar yang kuat akibat sentimen geopolitik global.

Kontribusi Saham BBCA dan BMRI

BBCA-BMRI Menahan IHSG Jatuh Lebih Dalam
(Foto Saham BBCA dari Google Finansial)
BBCA berhasil menambah bobot IHSG sebesar 4,74 poin, sementara BMRI menyumbang 1,94 poin, yang secara kolektif membantu menahan laju penurunan indeks.

Di hari sebelumnya (3 Maret), BBCA menguat 0,71% ke Rp7.075 per saham dan BMRI naik 0,49% ke Rp5.100, menunjukkan ketahanan sektor perbankan besar di tengah volatilitas pasar.

Saham pendukung lain seperti AADI (2,22 poin), UNTR (2,21 poin), dan PTBA (1,44 poin) juga berperan, dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp29,8 triliun dari 44,4 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Penurunan IHSG dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara AS dan Iran yang memasuki hari keempat, menyebabkan indeks sempat anjlok di bawah level psikologis 8.000 poin setelah rebound singkat hingga 8.098 di awal sesi.

Sentimen ini memperburuk tekanan pada pasar emerging seperti Indonesia, di mana investor cenderung mengamankan posisi di aset aman, meskipun saham blue chip seperti BBCA dan BMRI tetap resilien berkat fundamental kuat sektor perbankan.

Secara mingguan, IHSG juga tertekan oleh faktor serupa, dengan saham bank lain seperti BBRI yang sempat melemah sebelum stabil.

Dampak dan Prospek Jangka Pendek

Meski ditahan oleh BBCA-BMRI, IHSG berpotensi menguji support di level 7.800-7.900 jika tekanan geopolitik berlanjut, menurut analisis pasar terkini.

Investor disarankan memantau perkembangan berita internasional sambil tetap overweight pada saham defensif seperti bank besar, yang historically lebih tahan banting saat volatilitas tinggi.

Hari ini (4 Maret 2026), pergerakan IHSG akan bergantung pada update konflik global dan data ekonomi domestik, dengan BBCA dan BMRI kemungkinan tetap menjadi pilar utama stabilisasi.

 

Next Post Previous Post