Kredit Bank Januari 2026 Naik 9,96%, Ditopang Segmen Investasi
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada Januari 2026 mencapai 9,96% secara year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 9,69% yoy. Total outstanding kredit tembus Rp8.557 triliun, didorong kuat oleh segmen investasi.
Rincian Segmen Kredit
Kredit investasi tumbuh paling pesat di 22,38% yoy, menjadi penggerak utama.
Kredit konsumsi naik 6,58% yoy, sementara kredit modal kerja lebih lambat di 4,13% yoy.
Dari sisi debitur, kredit korporasi melonjak 16,07% yoy; bank BUMN tumbuh 13,43% yoy.
Dukungan Likuiditas
Dana pihak ketiga (DPK) perbankan mencapai Rp10.076 triliun, naik 13,48% yoy, sehingga loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 84,93%. Rasio kredit bermasalah (NPL) membaik ke 2,14%, menunjukkan risiko terkendali.
Proyeksi BI
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 di kisaran 8-12%, didukung pelonggaran moneter seperti BI Rate 4,75% dan kebijakan likuiditas.

