BEI Buka Kepemilikan Saham diatas 1% Menyusul Proposal MSCI
BEI telah membuka data kepemilikan saham di atas 1% untuk publik sebagai bagian dari proposal ke MSCI guna meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia.
Latar Belakang
OJK dan BEI menyampaikan proposal ini pada Februari 2026 setelah diskusi dengan MSCI, menurunkan batas pengungkapan dari 5% menjadi 1% mulai Februari-Maret 2026. Kebijakan ini didukung KSEI yang menyediakan data bulanan, dipublikasikan via situs BEI untuk memudahkan investor menganalisis konsentrasi pemegang saham.
Tujuan Utama
Langkah ini menjawab kekhawatiran MSCI soal keterbukaan informasi, termasuk granularity data investor dan ultimate beneficial owner (UBO). Selain itu, BEI menargetkan peningkatan free float minimum dari 7,5% menjadi 15% paling lambat Maret 2026, dengan masa transisi untuk emiten existing.
Dampak Terkini
Pada 3 Maret 2026, data pemegang saham >1% sudah aksesibel di situs IDX (BEI), termasuk shareholders concentration list mirip praktik di Hong Kong dan India. Ini diharapkan pulihkan kepercayaan investor asing dan tingkatkan likuiditas IHSG.

