BI Tahan Suku Bunga 4,75%, IHSG Berpotensi Sideways di Tengah Tekanan Global
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur 16-17 Maret 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global seperti volatilitas eksternal dan capital outflow.
Dampak ke IHSG
Kebijakan BI yang defensif ini membuat IHSG cenderung sideways dengan bias defensif, karena likuiditas tidak bertambah signifikan. Investor diprediksi wait-and-see terhadap sentimen global, termasuk potensi kenaikan Fed Fund Rate.
Skenario Pergerakan
Analis menyusun tiga skenario untuk IHSG pasca-keputusan ini.
|
Skenario |
Rentang IHSG |
Kondisi Utama |
|
Pesimis |
6.800–6.900 |
Risk-off global berlanjut, rupiah melemah |
|
Moderat |
6.900–7.200 |
Stabilisasi global terbatas |
|
Optimistis |
7.300–7.500 |
De-eskalasi geopolitik, dana asing masuk |
Faktor Tekanan
Rupiah tertekan oleh faktor global seperti kebijakan tarif AS, penguatan dolar, dan kenaikan emas, serta domestik seperti impor musiman Idulfitri. Ruang pemangkasan suku bunga BI dinilai terbatas di semester pertama 2026.

