Bitcoin Naik ke Rp1,1 Miliar Setelah Menteri Keuangan AS Tenangkan Kekhawatiran Minyak
Bitcoin baru saja menembus level US$72.000 atau sekitar Rp1,1 miliar (dengan kurs saat ini), didorong oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang berusaha meredakan ketakutan pasar terkait harga minyak dunia. Kenaikan ini terjadi pada 12 Maret 2026, di tengah volatilitas pasar kripto yang dipengaruhi faktor makroekonomi global.
Latar Belakang Kenaikan Harga
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Sebelumnya, Bitcoin sempat terkoreksi di bawah US$70.000 akibat aksi jual besar-besaran, tapi kini bertahan di zona konsolidasi positif. Metrik on-chain menunjukkan akumulasi whale yang kuat, menandakan potensi rally lanjutan.
Respons Pasar Kripto Lainnya
Altcoin seperti Ethereum dan Solana ikut terdongkrak, meski Bitcoin mendominasi volume perdagangan. ETF Bitcoin di AS mencatat inflow signifikan, mencerminkan minat institusional yang kembali menguat pasca-reeleksi Trump.
Analis memperingatkan potensi koreksi jika level US$72.000 gagal bertahan, tapi proyeksi jangka pendek tetap bullish dengan target US$80.000.
Dampak bagi Investor Indonesia
Bagi trader di Indonesia, kenaikan ini membuka peluang di platform seperti Pintu atau Indodax, tapi waspada volatilitas akibat faktor eksternal seperti kebijakan Bappebti. Strategi DCA (Dollar Cost Averaging) direkomendasikan mengingat siklus pasar 2026 yang dinamis.

