BlackRock & JPMorgan Ambil Langkah Berbeda pada Saham BBCA
BlackRock dan JPMorgan mengambil langkah berbeda terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) setelah pengumuman dividen Rp41,3 triliun untuk tahun buku 2025. BlackRock cenderung menambah kepemilikan saham BBCA di tengah tekanan pasar, sementara JPMorgan mengurangi posisinya.
Latar Belakang
BBCA baru saja menyetujui pembagian dividen tunai Rp336 per saham melalui RUPST pada 12 Maret 2026, dengan payout ratio 72% dari laba bersih Rp57,5 triliun. Ini termasuk dividen interim Rp55 per saham yang sudah dibayar Desember 2025, sisanya Rp281 per saham.
Langkah BlackRock
BlackRock Inc. menambah kepemilikan saham BBCA sepanjang awal 2026, termasuk Januari dan kuartal I, meski ada tekanan jual asing. Pada Maret 2026 pasca-dividen, BlackRock tetap akumulasi, menunjukkan kepercayaan pada prospek bank.
Langkah JPMorgan
JPMorgan Chase & Co. justru mengurangi kepemilikan saham BBCA di periode serupa, kontras dengan BlackRock. Strategi ini konsisten dengan penyesuaian portofolio mereka di tengah koreksi harga saham.
Implikasi Pasar
Perbedaan ini terjadi saat BBCA dalam tekanan jual asing, tapi fundamental kuat dengan dividen tinggi. Investor lain seperti HSBC dan Vanguard juga akumulasi, beri sinyal positif jangka panjang.

