BRI Siapkan Rp 25 Triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah mengumumkan kesiapannya menyediakan dana tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Pengumuman ini disampaikan pada 13 Maret 2026, tepat menjelang libur panjang yang diprediksi memicu lonjakan kebutuhan uang tunai.
Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru
Latar Belakang dan Penurunan Alokasi Dana
Alokasi dana tahun ini turun sekitar 5-6% dibandingkan realisasi Ramadan 2025 yang mencapai Rp26,5 triliun. Penurunan ini didorong oleh tren digitalisasi transaksi yang semakin kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Data BRI menunjukkan penurunan penarikan tunai Year-on-Year (YoY) sebesar 3%, terutama karena maraknya penggunaan aplikasi BRImo dan pembayaran QRIS untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari belanja sembako hingga transfer antarbank.
Direktur Operasional & Manajemen Risiko BRI, Hakim Putratama, menjelaskan bahwa meskipun alokasi dana tunai berkurang, BRI tetap mempertahankan likuiditas yang memadai untuk menjaga kelancaran arus kas nasional selama periode mudik dan silaturahmi Lebaran.
Periode Kritis dan Distribusi Dana
Fokus utama penempatan dana Rp25 triliun adalah libur nasional 7 hari berturut-turut pada 18-24 Maret 2026, yang mencakup akhir pekan serta hari libur cuti bersama Idul Fitri. Selama periode ini, BRI memperkirakan terjadi lonjakan transaksi hingga 30-40% di seluruh kantor cabang, ATM, dan agen BRILink, terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera sebagai koridor mudik utama.
Distribusi dana dilakukan secara bertahap mulai dua minggu sebelum Lebaran, dengan penempatan prioritas di:
Kantor Cabang Pembantu (KCP) di terminal bus, pelabuhan, dan stasiun kereta api
Jaringan BRILink (700 ribu agen) di pedesaan
ATM BRI yang ditingkatkan kapasitasnya hingga 150% di titik rawan.
Strategi Pendukung Kelancaran Layanan
Untuk mengantisipasi potensi antrean panjang, BRI meluncurkan beberapa inisiatif strategis:
1. Layanan 24 Jam Contact BRI
Call center 1500017 dan WhatsApp 1500017 beroperasi 24/7 selama periode Ramadan
Layanan ini mencakup pengecekan saldo, blokir kartu, hingga pengaduan gangguan ATM secara real-time.
2. Optimalisasi Infrastruktur Digital
BRImo ditargetkan menangani 60% transaksi selama Lebaran 2026
Fitur tarik tunai tanpa kartu via BRILink dan kode QR ditingkatkan kapasitasnya
QRIS BRI diperluas ke 1,5 juta merchant tradisional.
3. Pengamanan Fisik dan Digital
1.200 unit Brimob dikerahkan jaga 3.500 ATM di titik rawan
Sistem fraud detection BRISPOT ditingkatkan untuk deteksi transaksi mencurigakan secara instan.
Dampak Ekonomi dan Proyeksi
Kesiapan BRI ini diharapkan dapat menjaga inflasi pangan tetap terkendali di kisaran 0,6-0,9% selama Ramadan, sejalan dengan target pemerintah. Selain itu, alokasi dana ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang diproyeksikan 5,2% YoY, terutama dari sektor konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54% PDB nasional.

