Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir

Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir

Di balik kesuksesan bursa saham Indonesia, selalu ada nama-nama besar investor dan konglomerat yang hampir setiap kali muncul dalam deretan penguasa emiten. Kali ini, perhatian tertuju pada Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, hingga Boy Thohir. 

Mereka tak hanya dikenal sebagai investor legendaris, namun juga sebagai pemilik saham mayoritas di sejumlah emiten papan utama BEI. Berikut rangkuman saham koleksi aset mereka yang wajib diiritasi oleh para investor pemula maupun profesional.

Lo Kheng Hong: Si Penyuka Value Play

Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
(Foto Saham DILD dari Google Finansial)
Lo Kheng Hong, sosok investor yang dikenal bijak dalam memilih saham undervalue, memiliki portofolio beragam yang ditekuni bertahun-tahun. Berdasarkan data KSEI per 27 Februari 2026, beberapa emiten dengan porsi kepemilikan di atas 1% antara lain:

DILD (Intiland Development) – Sekitar 696,03 juta saham (6,71%)

BMTR (Global Mediacom) – Sekitar 1,06 miliar saham (6,44%)

GJTL (Gajah Tunggal) – Sekitar 209,89 juta saham (6,02%)

ABMM (ABM Investama) – Sekitar 154,83 juta saham (5,62%)

Secara keseluruhan, Lo Kheng Hong lebih menyukai sektor properti, media, otomotif, dan energi yang dinilai masih memiliki valuasi menarik dibandingkan dengan fundamentalnya. Portofolionya mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang konsisten, dengan fokus pada emiten yang memiliki arus kas stabil dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Prajogo Pangestu: Kekuatan Grup Barito

Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
(Foto Saham BRPT dari Google Finansial)
Prajogo Pangestu, konglomerat minyak dan petrokimia terkenal, memiliki portofolio yang sangat dominan di sektor energi dan industri. Kepemilikan utamanya di beberapa emiten besar:

BRPT (Barito Pacific) – Sekitar 71%+ saham, sebagai induk grup

TPIA (Chandra Asri Petrochemical) – Emas petrokimia utama di grup

BREN (Barito Renewables Energy) – Fokus energi terbarukan

CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) – Sekitar 84–85% saham, tambang terkemuka

CDIA (Chandra Daya Investasi) – Bagian portofolio grup

PTRO (Petrosea) – Jasa pertambangan/rekayasa

GZCO (Gozco Plantations) – Kepemilikan tidak langsung ~7,84%

Secara strategis, Prajogo berinvestasi pada sektor industri yang mampu menghasilkan arus kas kuat dan memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Kombinasi antara energi fosil, energi terbarukan, dan industri pengolahan menjadi fondasi utama portofolionya.

Anthoni Salim: Konsumer dan Infrastruktur

Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
(Foto Saham AMMN dari Google Finansial)
Anthoni Salim, konglomerat yang dikenal melalui grup Indofood dan sejumlah emiten besar, memiliki portofolio yang beragam di sektor konsumer, infrastruktur, dan tambang. Salah satu emiten utama yang dikendalikan penuh oleh Grup Salim adalah:

AMMN (Amman Mineral International) – Emas tembaga-emas besar di bursa

Selain itu, Grup Salim juga memiliki afiliasi di sektor makanan, ritel, dan infrastruktur yang membuat portofolionya menjadi sangat dinamis dan beragam. Anthoni Salim lebih fokus pada investasi jangka panjang yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan dan arus kas yang stabil.

Boy Thohir: Energi dan Mineral

Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
(Foto Saham ADRO dari Google Finansial)
Boy Thohir, mantan komisaris utama di sejumlah perusahaan besar, kini memiliki portofolio yang sangat dominan di sektor energi dan mineral. Beberapa emiten utama yang dikendalikan:

ADRO (Adaro Energy Indonesia) – Sektor batubara

ADMR (Adaro Minerals Indonesia) – Batubara metalurgi/mineral

ESSA (Essa Industries Indonesia) – Gas dan kimia

MDKA (Merdeka Copper Gold) – Tambang tembaga dan emas

MBMA (Merdeka Battery Materials) – Material baterai/nikel

TRIM (Trimegah Sekuritas Indonesia) – Sekuritas

Boy Thohir lebih fokus pada investasi di sektor energi fosil dan mineral yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, serta industri pendukung seperti gas dan kimia. Portofolionya mencerminkan strategi investasi yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Kesimpulan

Perbedaan antara Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, dan Boy Thohir mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang berbeda namun saling melengkapi. 

Lo Kheng Hong lebih fokus pada investasi value play, Prajogo di industri energi, Anthoni Salim pada konsumer dan infrastruktur, dan Boy Thohir pada energi dan mineral. 

Mengikuti portofolio mereka dapat memberikan insight penting bagi investor pemula maupun profesional yang ingin memahami strategi investasi jangka panjang yang sukses.

 

Next Post Previous Post