Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
Di balik kesuksesan bursa saham Indonesia, selalu ada nama-nama besar investor dan konglomerat yang hampir setiap kali muncul dalam deretan penguasa emiten. Kali ini, perhatian tertuju pada Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, hingga Boy Thohir.
Mereka tak hanya dikenal sebagai investor legendaris, namun juga sebagai pemilik saham mayoritas di sejumlah emiten papan utama BEI. Berikut rangkuman saham koleksi aset mereka yang wajib diiritasi oleh para investor pemula maupun profesional.
Lo Kheng Hong: Si Penyuka Value Play
| (Foto Saham DILD dari Google Finansial) |
DILD (Intiland Development) – Sekitar 696,03 juta saham (6,71%)
BMTR (Global Mediacom) – Sekitar 1,06 miliar saham (6,44%)
GJTL (Gajah Tunggal) – Sekitar 209,89 juta saham (6,02%)
ABMM (ABM Investama) – Sekitar 154,83 juta saham (5,62%)
Secara keseluruhan, Lo Kheng Hong lebih menyukai sektor properti, media, otomotif, dan energi yang dinilai masih memiliki valuasi menarik dibandingkan dengan fundamentalnya. Portofolionya mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang konsisten, dengan fokus pada emiten yang memiliki arus kas stabil dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Prajogo Pangestu: Kekuatan Grup Barito
| (Foto Saham BRPT dari Google Finansial) |
BRPT (Barito Pacific) – Sekitar 71%+ saham, sebagai induk grup
TPIA (Chandra Asri Petrochemical) – Emas petrokimia utama di grup
BREN (Barito Renewables Energy) – Fokus energi terbarukan
CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) – Sekitar 84–85% saham, tambang terkemuka
CDIA (Chandra Daya Investasi) – Bagian portofolio grup
PTRO (Petrosea) – Jasa pertambangan/rekayasa
GZCO (Gozco Plantations) – Kepemilikan tidak langsung ~7,84%
Secara strategis, Prajogo berinvestasi pada sektor industri yang mampu menghasilkan arus kas kuat dan memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Kombinasi antara energi fosil, energi terbarukan, dan industri pengolahan menjadi fondasi utama portofolionya.
Anthoni Salim: Konsumer dan Infrastruktur
| (Foto Saham AMMN dari Google Finansial) |
AMMN (Amman Mineral International) – Emas tembaga-emas besar di bursa
Selain itu, Grup Salim juga memiliki afiliasi di sektor makanan, ritel, dan infrastruktur yang membuat portofolionya menjadi sangat dinamis dan beragam. Anthoni Salim lebih fokus pada investasi jangka panjang yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan dan arus kas yang stabil.
Boy Thohir: Energi dan Mineral
| (Foto Saham ADRO dari Google Finansial) |
ADRO (Adaro Energy Indonesia) – Sektor batubara
ADMR (Adaro Minerals Indonesia) – Batubara metalurgi/mineral
ESSA (Essa Industries Indonesia) – Gas dan kimia
MDKA (Merdeka Copper Gold) – Tambang tembaga dan emas
MBMA (Merdeka Battery Materials) – Material baterai/nikel
TRIM (Trimegah Sekuritas Indonesia) – Sekuritas
Boy Thohir lebih fokus pada investasi di sektor energi fosil dan mineral yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, serta industri pendukung seperti gas dan kimia. Portofolionya mencerminkan strategi investasi yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Kesimpulan
Perbedaan antara Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, dan Boy Thohir mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang berbeda namun saling melengkapi.
Lo Kheng Hong lebih fokus pada investasi value play, Prajogo di industri energi, Anthoni Salim pada konsumer dan infrastruktur, dan Boy Thohir pada energi dan mineral.
Mengikuti portofolio mereka dapat memberikan insight penting bagi investor pemula maupun profesional yang ingin memahami strategi investasi jangka panjang yang sukses.

