Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Likuiditas Tetap Kuat
Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap guncangan global, didukung likuiditas perbankan yang kuat dan kebijakan fiskal disiplin. Laporan BRIDS pada Maret 2026 menyoroti perpanjangan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 sebagai tameng utama, menjaga stabilitas di tengah konflik AS-Iran yang mengancam rantai pasok energi.
Faktor Penopang Utama
Likuiditas longgar menekan biaya dana bank dan mendorong pertumbuhan kredit serta uang beredar. Defisit anggaran di bawah 3% PDB dan rasio utang rendah beri ruang manuver pemerintah, ditambah cadangan devisa stabil dari Bank Indonesia.
Proyeksi & Risiko
IMF perkirakan pertumbuhan 5,1% pada 2026, stabil meski ada risiko reflasi dari harga energi. Ketegangan global seperti perang Timur Tengah uji ketahanan, tapi sinergi KSSK (Kemenkeu, BI, OJK, LPS) jaga momentum domestik.

