Ada Festival Cap Go Meh, Sejumlah Hotel di Singkawang Ludes Dipesan

Ada Festival Cap Go Meh, Sejumlah Hotel di Singkawang Ludes Dipesan

Festival Cap Go Meh di Singkawang tahun 2026 menjadi sorotan utama wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga lonjakan pemesanan hotel terjadi jauh sebelum acara puncak. Berdasarkan berita terkini, sebanyak 47 hotel di kota ini sudah mendekati atau bahkan mencapai kapasitas penuh, terutama menjelang parade tatung pada 3 Maret 2026, yang diprediksi menarik hingga satu juta pengunjung.

Latar Belakang Festival

Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 Imlek, di mana umat Tionghoa melakukan ritual tolak bala dan syukuran panen dengan parade tatung yang ikonik—peserta memasuki trance sambil menusuk tubuh mereka dengan benda tajam tanpa cedera. 

Festival ini telah menjadi tradisi tahunan Singkawang sejak puluhan tahun, dan edisi 2026 diharapkan melampaui rekor 700 ribu wisatawan tahun lalu berkat promosi agresif Pemkot Singkawang serta dukungan infrastruktur seperti akses jalan dan fasilitas umum yang telah diperbaiki.

Dampak pada Industri Hotel

Okupansi hotel melonjak drastis sejak akhir Februari 2026, dengan tingkat hunian rata-rata 80-90% di pusat kota. Beberapa hotel bintang yang ludes dipesan termasuk Swiss-Belinn Singkawang, Hotel Mahkota, dan Hotel Sentosa, sementara hotel budget seperti Hotel Hongkong Inn, Cyndhai, City Room, serta Bobo Inn juga ramai dipesan wisatawan dari Pontianak, Jakarta, hingga Malaysia. 

Pemilik hotel melaporkan peningkatan reservasi hingga 200% dibanding hari biasa, mendorong warga lokal menyediakan homestay sebagai opsi alternatif untuk mengakomodasi gelombang tamu.

Strategi Wisatawan

Dengan hotel utama penuh, wisatawan diimbau memesan akomodasi secepatnya melalui platform online atau agen tur, atau memilih homestay di pinggiran kota seperti Capkala dan Sekkayau. Selain itu, tur paket seperti "Cap Go Meh 3D2N" dari operator lokal sudah sold out, menawarkan tiket parade prioritas dan transportasi dari Pontianak atau Bandara Supadio. 

Pemerintah daerah menargetkan Rp500 miliar dari sektor pariwisata, termasuk UMKM makanan khas seperti kue capgo meh dan soto singkawang.

Festival ini tak hanya soal hiburan, tapi juga pelestarian budaya Tionghoa-Peranakan yang unik di Kalbar, menjadikannya magnet wisata religi terbesar di Indonesia.


Next Post Previous Post