Garuda Indonesia Hentikan Rute Jakarta-Bengkulu
Garuda Indonesia resmi menghentikan layanan penerbangan rute Jakarta-Bengkulu mulai 28 atau 29 Maret 2026, akibat rendahnya tingkat okupansi penumpang. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Perhubungan dan dikonfirmasi oleh pihak Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Alasan Penghentian Layanan
Load factor kelas ekonomi hanya mencapai 65%, sementara kelas bisnis sekitar 20%, sehingga tidak menguntungkan secara bisnis. Persaingan ketat dengan Citilink membagi permintaan penumpang, membuat operasional Garuda tidak layak. Direktur Teknik Garuda, Mukhtaris, menegaskan ini murni faktor bisnis karena target penumpang tak tercapai.
Respons Pemerintah Daerah
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendatangi kantor Garuda di Tangerang untuk membahas kelanjutan layanan, menunjukkan komitmen menjaga konektivitas udara. Garuda membuka ruang sinergi dengan Pemprov Bengkulu demi potensi kembalinya rute di masa depan. Kemenhub optimis Garuda akan menyesuaikan jaringan penerbangan nasional secara bertahap.
Dampak bagi Penumpang
Penerbangan terakhir tercatat pada 28 Maret 2026, meninggalkan Citilink sebagai opsi utama rute serupa. Masyarakat Bengkulu kini terbatas akses maskapai premium, berpotensi memengaruhi perjalanan bisnis dan wisata. Garuda menyatakan siap kembali jika kondisi permintaan membaik.

