Harga BBM Filipina Naik Dua Digit pada 24 Maret 2026
Pada 24 Maret 2026, harga BBM di Filipina dikabarkan naik dalam dua digit (persentase) karena tekanan kenaikan harga minyak global dan rencana penutupan jalur strategis Selat Hormuz yang memicu kenaikan biaya impor bahan bakar. Kenaikan ini mencakup bensin, solar, dan minyak tanah, dengan estimasi lonjakan sekitar 7–30 peso per liter tergantung jenis produk.
Penyebab kenaikan
Kondisi geopolitik dan ancaman gangguan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia, yang langsung memengaruhi harga BBM lokal Filipina.
Pemerintah Filipina menyampaikan bahwa kenaikan tersebut akan berdampak langsung pada konsumen ritel dan bisa mendorong inflasi transportasi serta logistik.
Dampak dan kebijakan lanjutan
Sebagai respons, Presiden Marcos mempertimbangkan opsi penyesuaian jam kerja nasional, salah satunya penerapan skema kerja 4 hari seminggu untuk mengurangi konsumsi BBM dan mengurangi tekanan biaya kehidupan warga.
Kenaikan dua digit dalam satu periode ini relatif besar bagi ekonomi Filipina, sehingga pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk sektor transportasi dan logistik yang paling sensitif terhadap harga bahan bakar.

