IHSG Dibuka Melemah, Rabu 4 Maret 2026, Imbas Konflik Geopolitik AS-Iran Meluas
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Konflik ini telah memicu kekhawatiran investor global soal durasi perang, stabilitas Selat Hormuz, dan lonjakan harga minyak di atas US$90-100 per barel, mendorong alih dana ke aset safe haven seperti energi dan logam mulia.
Perkembangan IHSG Sebelumnya
Pada Senin (2/3), IHSG dibuka turun 0,29% ke 8.211,31, sementara LQ45 melemah 0,36% ke 834,90, dipicu serangan AS-Israel ke Iran yang menewaskan petinggi seperti Ali Khamenei.
Selasa (3/3), indeks anjlok lebih dalam hingga tutup di bawah 8.000 poin (7.939,77, turun 0,96%), setelah serangan Iran ke kedubes AS di Riyadh dan peringatan Presiden Trump soal perang berkepanjangan.
Dampak Bursa Regional
Bursa Asia pagi Rabu (4/3) melanjutkan pelemahan: Nikkei turun 1,54%, Hang Seng 2,62%, dan Straits Times 2,03%, karena ketidakpastian konflik Timur Tengah. Analis memproyeksikan IHSG Rabu bergerak melemah terbatas di rentang support 7.860-8.150.
Faktor Pendukung Lain
Investor juga cermati data inflasi Februari 2026, neraca perdagangan Januari (diprediksi surplus US$2,76 miliar), serta volatilitas rupiah yang tembus Rp16.827. Sektor defensif seperti energi dan emas direkomendasikan di tengah risiko geopolitik jangka pendek.

