Iran Tolak Negosiasi Trump: Kebijakan Kami adalah Lanjutkan Perlawanan
Iran secara tegas menolak ajakan negosiasi dari Presiden AS Donald Trump dan menyatakan bahwa kebijakan resmi Teheran saat ini adalah “melanjutkan perlawanan” terhadap Amerika Serikat dan Israel. Sikap ini dilontarkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan publik di televisi pemerintah pada akhir Maret 2026.
Inti sikap Iran
Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak berniat duduk di meja perundingan dan menilai negosiasi dengan AS saat ini seperti “mengakui kekalahan”.
Meski mengakui ada pertemuan antara pejabat Iran dan AS, Teheran menegaskan tidak ada proses negosiasi yang berjalan dan tidak ada niat untuk membuka jalur diplomasi lebih lanjut saat konflik masih memanas.
Latar belakang konflik
Pernyataan ini muncul setelah Trump mengusulkan usulan 15 poin untuk gencatan senjata dan mengeklaim telah menjalin komunikasi dengan pejabat Iran, klaim yang dibantah oleh Teheran.
Iran menyoroti bahwa perang yang berlangsung sejak Februari 2026 masih berjalan, sehingga kebijakan “perlawanan” dipandang sebagai sikap prinsip, sementara AS dinilai hanya menggunakan diplomasi untuk menutupi kegagalan militer.
Sikap Iran ke depan
Iran menegaskan siap berperang lanjutan dan meminta negara-negara tetangga menjauh dari pengaruh Amerika Serikat dalam konflik Timur Tengah.
Teheran juga menyebut bahwa dirinya hanya akan bersedia bernegosiasi jika AS menghentikan seluruh operasi militer secara permanen dan bersedia mengganti rugi kerusakan yang disebabkan oleh serangan‑serangannya.

