Jack Dorsey Pangkas 40% Karyawan Block, AI Jadi Alasan Utama Efisiensi Perusahaan

Jack Dorsey Pangkas 40% Karyawan Block, AI Jadi Alasan Utama Efisiensi Perusahaan
Block, perusahaan fintech milik Jack Dorsey yang mengelola Square, Cash App, dan Afterpay, baru saja mengumumkan pemangkasan 40% karyawannya, atau sekitar lebih dari 4.000 orang, menyisakan kurang dari 6.000 staf. 

Keputusan ini diumumkan akhir Februari 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi proaktif, bukan karena masalah finansial, melainkan untuk mengintegrasikan AI guna meningkatkan efisiensi operasional.

Alasan Utama PHK

Jack Dorsey menyatakan bahwa tim kecil berbekal alat AI mampu bekerja lebih produktif, dengan kemampuan AI yang berkembang pesat setiap minggu. 

Ia mengakui kesalahan perekrutan berlebih saat pandemi COVID-19, termasuk struktur ganda antara Square dan Cash App yang kini diperbaiki. CFO Amrita Ahuja menambahkan bahwa AI memungkinkan otomatisasi pekerjaan oleh tim berbakat yang lebih ramping.

Dampak Bisnis dan Pasar

Meski PHK masif, laba kotor Block terus tumbuh, dan sahamnya melonjak hingga 24% pasca-pengumuman, mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi AI. Dorsey memprediksi tren ini akan diikuti perusahaan lain dalam setahun ke depan, termasuk Salesforce dan Klarna yang juga memangkas karyawan demi AI.

Paket Kompensasi

Karyawan yang terdampak mendapat pesangon minimal 20 minggu (sesuai masa kerja), ekuitas hingga Mei 2026, asuransi kesehatan 6 bulan, serta dana tambahan US$5.000 dan perangkat perusahaan. Langkah ini menandai pertama kalinya Block secara eksplisit menyebut AI sebagai pemicu PHK.

Next Post Previous Post