Perang Iran Israel Memanas, Selat Hormus Ditutup? Saham Emas dan Minyak Berpotensi Meledak Senin Ini
Ketegangan perang antara Iran dan Israel mencapai puncak baru setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026, memicu penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC). Situasi ini mengganggu 20% pasokan minyak global, berpotensi mendorong harga minyak dan emas melonjak saat pasar dibuka Senin, 2 Maret 2026.
Latar Belakang Konflik
Serangan rudal AS dan Israel menargetkan fasilitas Iran, termasuk yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
IRGC merespons dengan siaran radio peringatan ke kapal-kapal, menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia ke samudra.
Kapal tanker menumpuk di pelabuhan seperti Fujairah, sementara perusahaan energi global menangguhkan pengiriman minyak mentah dan LNG.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi ekspor minyak dari Iran, Arab Saudi, UAE, dan lainnya.
Penutupan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan, dengan analis memprediksi harga minyak Brent bisa naik hingga USD 20 per barel.
Lalu lintas kapal hampir terhenti, memengaruhi Bahrain, Qatar, dan sekutu AS di kawasan.
Prospek Saham Emas dan Minyak
Harga minyak AS ditutup USD 67,02 per barel Jumat lalu, dengan peluang 79% mencapai USD 73 atau lebih saat perdagangan dibuka Senin.
Emas sebagai aset safe haven diproyeksi reli, sementara saham energi berpotensi meledak karena kelangkaan pasokan.
Analis UBS menekankan pemulihan lalu lintas selat dan respons Iran sebagai kunci fluktuasi harga minyak ke depan.
|
Komoditas |
Harga Terakhir (Feb 2026) |
Prediksi Lonjakan Senin |
Faktor Pendorong |
|
Minyak Brent |
~USD 73/barel |
+USD 20/barel |
Penutupan Hormuz |
|
Minyak AS (WTI) |
USD 67,02/barel |
≥USD 73/barel |
Gangguan 20% pasokan global |
|
Emas |
Naik seperlima tahun ini |
Reli safe haven |
Ketegangan geopolitik |

