Kadin Soroti Produk China di E-Commerce, UMKM Butuh Akses Pasar Lebih Luas
Kadin Indonesia menyoroti dominasi produk impor dari China di platform e-commerce yang mengancam daya saing UMKM lokal. Ketua Kadin Anindya Bakrie menekankan perlunya akses pasar lebih luas bagi UMKM agar bisa bersaing secara adil. Pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan untuk membatasi arus impor tersebut dan memperkuat produk lokal.
Latar Belakang Isu
Produk China membanjiri marketplace Indonesia melalui platform seperti AliExpress, Taobao, dan Alibaba, sering kali dengan harga lebih murah. Hal ini melemahkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, terutama di sektor garmen, tekstil, dan elektronik. Anindya Bakrie menyebut UMKM butuh dukungan likuiditas serta "playing field" yang setara.
Respons Pemerintah
Menteri Keuangan Sri Mulyani (atau pejabat terkait) sedang mengkaji regulasi untuk menekan dominasi impor di e-commerce.
Menko PMK mendorong perluasan akses pasar melalui fasilitas publik seperti "Pasar 1001 Malam" untuk promosi langsung ke konsumen. Menkop UKM fokus pada peningkatan kualitas produk dan inovasi agar UMKM kompetitif secara global.
Peluang ke Depan
UMKM bisa naik kelas via ekspor ke AS, UE, dan Kanada di sektor furnitur serta alas kaki. E-commerce seharusnya jadi peluang, tapi butuh regulasi adil dan digitalisasi untuk efisiensi. Inisiatif ini diharapkan mengembalikan pasar domestik ke tangan pelaku lokal.

