Komdigi Batasi 8 Aplikasi Ini untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun, Apa Saja?
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia resmi membatasi akses delapan aplikasi bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret 2026. Kebijakan ini diatur dalam Permen Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan PP Tunas untuk melindungi generasi muda dari konten berbahaya.
Daftar 8 Aplikasi yang Dibatasi
Komdigi mengklasifikasikan platform-platform ini sebagai berisiko tinggi. Berikut daftar lengkapnya:
|
No |
Aplikasi |
Kategori Utama |
|
1 |
YouTube |
Video Sharing |
|
2 |
TikTok |
Short Video |
|
3 |
Facebook |
Social Media |
|
4 |
Instagram |
Social Media |
|
5 |
Threads |
Social Media |
|
6 |
X (Twitter) |
Social Media |
|
7 |
Bigo Live |
Live Streaming |
|
8 |
Roblox |
Gaming |
Platform wajib menerapkan verifikasi usia dan memblokir akun anak secara otomatis setelah Lebaran.
Alasan di Balik Kebijakan Ini
Aplikasi-aplikasi tersebut berpotensi mengekspos anak pada pornografi, cyberbullying, eksploitasi seksual, serta kecanduan digital yang mengganggu kesehatan mental. Menkomdigi Meutya Hafid menekankan ini sebagai langkah darurat untuk masa depan anak bangsa.
Pembatasan bertujuan mencegah adiksi berlebih dan konten negatif, sambil mendorong platform tingkatkan fitur parental control.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Ortu diimbau pantau aktivitas digital anak, sementara platform seperti TikTok dan Roblox harus patuhi aturan atau berisiko diblokir total. Kebijakan ini bagian dari upaya lebih luas lindungi ruang digital Indonesia.

