Krisis Avtur Mengancam Operasi Pesawat di Filipina

Krisis Avtur Mengancam Operasi Pesawat di Filipina

Krisis avtur (bahan bakar jet Aviation Turbine Fuel) memang menjadi ancaman serius bagi operasi penerbangan di Filipina belakangan ini. Kekurangan pasokan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global dan ketegangan geopolitik di kawasan, yang berdampak pada kenaikan harga serta pembatasan distribusi.

Penyebab Utama

Krisis avtur di Filipina terkait dengan lonjakan permintaan pasca-pemulihan pariwisata dan gangguan impor akibat konflik Timur Tengah, yang menyebabkan harga avtur naik drastis hingga 30-50% pada awal 2026. Faktor lokal seperti ketergantungan pada impor dan keterbatasan penyimpanan di bandara-bandara kecil memperparah situasi, mirip dengan isu harga avtur tinggi di Indonesia akibat biaya logistik remote area.

Dampak pada Operasi Pesawat

Maskapai seperti Philippine Airlines dan Cebu Pacific melaporkan penundaan dan pembatalan penerbangan, terutama rute domestik ke Cebu dan Palawan, karena pasokan avtur terbatas. Bandara-bandara utama seperti Manila berstatus siaga tinggi, dengan risiko pengalihan rute yang meningkatkan konsumsi bahan bakar lebih lanjut.

Respons Pemerintah

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) telah mengaktifkan rencana darurat, termasuk koordinasi dengan pemasok internasional untuk impor darurat, meski tantangan logistik tetap ada. Pemerintah juga mempertimbangkan subsidi silang seperti di negara tetangga untuk stabilisasi harga.

 

Next Post Previous Post