Laba Shopee Meningkat, Saham Sea Ltd Turun Akibat Persaingan
Laba Shopee melalui induk usahanya Sea Limited memang menunjukkan tren positif secara keseluruhan, tetapi sahamnya sering mengalami tekanan akibat persaingan ketat di sektor e-commerce Asia Tenggara.
Kinerja Keuangan Terkini
Sea Limited mencatat laba bersih kuartal III-2024 melonjak menjadi US$153,3 juta (Rp2,4 triliun), membalikkan rugi US$144 juta tahun sebelumnya, didorong pendapatan Shopee yang naik 42,6% menjadi US$3,2 miliar.
Pada kuartal I-2025, laba bersih lebih kuat di US$410,8 juta dengan pendapatan total US$4,8 miliar (Rp79,5 triliun), naik 29,6% YoY.
Namun, pada November 2025, saham Sea Ltd turun lebih dari 7% meski pendapatan Shopee naik 34,9% YoY menjadi US$4,3 miliar, karena laba di bawah ekspektasi analis.
Penurunan Saham
| (foto Saham Sea dari Google Finansial) |
Faktor Persaingan
Persaingan dari Lazada (Alibaba), TikTok Shop, dan Amazon memaksa Sea tingkatkan pengeluaran iklan, yang tekan margin laba meski GMV Shopee naik 25,2% menjadi US$25,1 miliar pada Q3-2024.
CEO Forrest Li optimis dengan prospek GMV Shopee >25% pada 2025, tapi pasar tetap volatile karena penetrasi e-commerce rendah di ASEAN.
Strategi seperti Shopee Express dan layanan keuangan (Monee) membantu, tapi biaya logistik dan promosi jadi beban utama.

