Menakar Potensi Rebound Saham BBCA di Tengah Gencarnya Aksi Jual Investor Asing
Saham BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) mengalami tekanan jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp707,31 miliar dalam sepekan terakhir, dipicu oleh rebalancing MSCI dan outlook negatif lembaga rating internasional. Meski demikian, sejumlah investor asing institusi mulai menerapkan strategi averaging down saat harga terkoreksi, yang menjadi sinyal potensi rebound.
Kondisi Terkini
Harga saham BBCA ditutup di Rp7.000 per lembar pada Jumat (6/3/2026), dengan penurunan 2,4% sepekan, 10,2% sebulan, dan 13,3% year-to-date (YTD) 2026. Net sell asing pada hari itu mencapai Rp91,6 miliar, melanjutkan tren keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia senilai Rp2,48 triliun dalam periode serupa.
Sinyal Rebound
| (Foto Saham BBCA dari Google Finansial) |
Sebelumnya pada akhir Februari 2026, asing sempat berbalik net buy Rp231,4 miliar setelah periode jual panjang, menandakan minat kembali pada valuasi murah (P/B saat ini rendah dibanding historis).
Faktor Pendukung
Fundamental BBCA tetap solid, dengan laba bersih 2025 Rp57,53 triliun (naik 4,9% YoY), pertumbuhan kredit 7,7%, dan basis dana murah yang mendukung ketahanan di tengah moderasi suku bunga. KB Valbury Sekuritas memperkirakan target Rp11.080 (upside 51% dari Rp7.325), berdasarkan P/B 2026 4,1x, sementara rencana buyback Rp5 triliun juga jadi katalis positif.

