Laba Petrosea Melonjak di 2025, BNBR Siapkan Rights Issue 86,7 Miliar Saham
PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan laba bersih melonjak tiga kali lipat menjadi US$35 juta dari US$9,95 juta pada 2024. Pendapatan perusahaan ini tumbuh 28,32% menjadi US$886,46 juta, didorong segmen penambangan dan konstruksi. Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana rights issue hingga 86,7 miliar saham untuk bayar utang dan tambah modal kerja.
Kinerja Luar Biasa Petrosea
| (Foto Saham PTRO dari Google Finansial) |
Beban administrasi turun drastis ke US$72,95 juta, meski biaya usaha naik menjadi US$774,23 juta, sehingga laba kotor operasional mencapai US$112,225 juta.
Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan bisnis di tengah fluktuasi pasar komoditas.
Strategi Rights Issue BNBR
BNBR akan menerbitkan 86,7 miliar saham baru seri E dengan rasio 2:1, efektif mulai 8 Mei 2026 dan HMETD 26 Mei hingga 4 Juni 2026.
Dana target Rp4-6,5 triliun mayoritas untuk lunasi utang ke Hartman International (Rp3,66 triliun), Bank National Nobu (Rp700 miliar), dan Bank Mayapada (Rp1,09 triliun).
Sisa dialokasikan untuk pinjaman ke anak usaha tol dan modal kerja, meski berpotensi dilusi 33,33% bagi pemodal yang tak ikut.
Dampak ke Pasar Saham
Kondisi ini berlangsung di tengah IHSG terkoreksi 1,62% ke 7.585 per 6 Maret 2026, dengan aksi jual asing Rp568,69 miliar.
Rencana BNBR disetujui RUPSLB 27 Februari, walau pendapatannya turun 3,28% menjadi Rp3,74 triliun tahun lalu.
Investor disarankan pantau perkembangan untuk peluang di sektor energi dan infrastruktur.

