Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan APBN Aman Meski Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih aman meski harga minyak dunia sempat menembus sekitar 100 dolar AS per barel, bahkan saat ini berada di kisaran di atas 100–106 dolar AS per barel.
Sikap Purbaya terhadap kenaikan minyak
Purbaya menyebut APBN masih mampu berfungsi sebagai “peredam kejut” (shock absorber) atas kenaikan harga minyak global, sehingga pemerintah belum perlu mengubah struktur APBN atau menaikkan harga BBM bersubsidi untuk saat ini. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah memperhitungkan berbagai skenario harga energi dalam asumsi makro APBN, termasuk kenaikan harga minyak hingga sekitar 100 dolar AS per barel.
Risiko defisit dan langkah antisipatif
Purbaya mengakui bahwa jika harga minyak rata‑rata naik ke 100 dolar AS per barel tanpa penyesuaian kebijakan, defisit anggaran bisa melebar hingga sekitar 3,6% dari PDB dari asumsi awal di bawah 3%. Namun, ia menjamin pemerintah akan menekan defisit maksimal di bawah 3% dengan kombinasi penghematan belanja, penataan subsidi, dan optimalisasi pendapatan pajak/nonpajak.
Dampak terhadap harga BBM dan masyarakat
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil di tengah volatilitas harga minyak dunia, karena APBN dinilai masih cukup kuat menyerap kenaikan biaya energi. Purbaya menegaskan bahwa kenaikan harga minyak global tidak serta‑merta harus direspons dengan kenaikan harga BBM di dalam negeri selama kondisi fiskal masih terjaga.

