Pedro Neto Minta Maaf Usai Dorong Ball Boy saat Chelsea Dibantai PSG
Pedro Neto, pemain sayap Chelsea, menjadi sorotan setelah insiden kontroversial saat laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan PSG pada 11 Maret 2026 di Parc des Princes.
Chelsea kalah telak 2-5, dan insiden itu terjadi di menit-menit akhir ketika Neto mendorong ball boy PSG hingga anak tersebut jatuh ke papan iklan. Pemain ini langsung meminta maaf secara terbuka, baik secara langsung maupun melalui media.
Kronologi Insiden
Insiden bermula saat Chelsea sedang berusaha mengejar ketertinggalan agregat. Pedro Neto tampak frustrasi karena bola tidak segera dilemparkan kembali ke lapangan oleh seorang ball boy PSG yang berusia remaja. Dalam momen emosi tinggi, Neto mendorong dada ball boy tersebut dengan tangan kanannya, menyebabkan anak itu terdorong ke belakang dan jatuh ke papan sponsor stadion.
Aksi ini langsung memicu reaksi panas dari pemain PSG, termasuk beberapa yang mendekati Neto untuk memprotes. Wasit sempat memeriksa insiden via VAR untuk kemungkinan kartu merah, tapi akhirnya hanya diberi peringatan verbal tanpa sanksi kartu saat itu.
Pertandingan sendiri berjalan sengit, dengan PSG mendominasi sejak awal berkat gol-gol dari pemain bintang mereka, sementara Chelsea kesulitan menembus pertahanan tuan rumah. Kekalahan 2-5 ini membuat Chelsea berada di posisi sulit untuk leg kedua di Stamford Bridge.
Permintaan Maaf Pedro Neto
Tak lama setelah insiden, Neto langsung mendekati ball boy untuk meminta maaf secara pribadi. Ia bahkan memberikan jersey Chelsea nomor 7 miliknya sebagai tanda penyesalan.
Saat diwawancarai oleh TNT Sports pasca-pertandingan, Neto mengatakan, "Saya benar-benar minta maaf. Emosi pertandingan membuat saya mendorong sedikit, tapi saya sadar itu salah besar dan bukan karakter saya sama sekali. Saya sudah minta maaf langsung ke anak itu." Pernyataan ini menunjukkan penyesalannya yang tulus, mengingat ini adalah momen panas di kompetisi elit seperti Liga Champions.
Chelsea sebagai klub juga merespons cepat. Pelatih Liam Rosenior menyatakan permintaan maaf atas nama tim, menyebut insiden itu sebagai "kesalahan emosional" di tengah tekanan besar.
Reaksi dan Dampak
Insiden ini langsung viral di media sosial dan ramai dibahas di berbagai outlet berita sepak bola internasional, termasuk BBC, ESPN, dan media Indonesia seperti Detik Sport serta Liputan6. Banyak yang memuji respons cepat Neto dalam meminta maaf, tapi ada juga yang menilai aksinya tidak pantas sebagai profesional. PSG tidak memberikan komentar resmi soal insiden ini, tapi para pemain mereka terlihat protektif terhadap ball boy.
Hingga 13 Maret 2026, UEFA telah membuka kasus disiplin terkait kejadian ini, yang berpotensi berujung sanksi tambahan seperti denda atau larangan bermain di leg kedua. Pengumuman resmi diharapkan dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan, insiden ini jadi pelajaran berharga bagi Neto, yang musim ini tampil solid untuk Chelsea setelah transfer dari Wolves, tapi harus lebih mengontrol emosi di panggung besar seperti UCL. Leg kedua akan jadi ujian krusial bagi The Blues untuk membalikkan defisit.

