Prediksi Dividen BBRI, BMRI, BBTN, dan BDMN Tahun Buku 2025
Prediksi dividen untuk BBRI, BMRI, BBTN, dan BDMN tahun buku 2025 masih bersifat proyeksi berdasarkan laba yang dicatat, rasio pembagian dividen (DPR), dan rencana RUPST masing-masing emiten, dengan keputusan akhir bergantung pada persetujuan pemegang saham.
BBRI
Bank BRI telah membagikan dividen interim Rp137 per saham (Rp20,63 triliun) pada Januari 2026 sebagai bagian dari dividen 2025, setelah dividen 2024 sebesar Rp343,40 per saham dari laba Rp60,64 triliun (DPR 85,32%).
Proyeksi dividen final 2025 bisa mencapai Rp323 per saham asumsi DPR 80-85%, meski telah dikurangi interim.
BMRI
Bank Mandiri mencatat laba 2024 Rp55,78 triliun, dengan estimasi dividen 2025 sekitar Rp358,6 per saham pada DPR 60% seperti kebijakan 5 tahun terakhir.
Total potensi dividen Rp33,46 triliun, biasanya dibagikan Maret.
BBTN
BTN menargetkan DPR 30% dari laba 2025 (naik dari 25% pada 2024), dengan laba bersih Rp3,5 triliun (tumbuh 16,4% YoY).
Ini berpotensi menghasilkan dividen Rp875 miliar hingga Rp1,05 triliun.
BDMN
Bank Danamon membukukan laba bersih 2025 Rp4 triliun (naik 14% YoY), dengan kebijakan DPR konsisten 35% seperti 2024 (Rp113,85 per saham, total Rp1,1 triliun).
Dividen 2025 akan diputuskan RUPST 31 Maret 2026, potensi lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Ringkasan Proyeksi
|
Saham |
Laba 2025/Relevan (Rp T) |
DPR Proyeksi |
Dividen per Saham Est.
(Rp) |
Total Est. (Rp T) |
|
BBRI |
60,64 (2024) |
80-85% |
323 (final) |
>51 |
|
BMRI |
55,78 (2024) |
60% |
358,6 |
33,46 |
|
BBTN |
3,5 |
25-30% |
- |
0,875-1,05 |
|
BDMN |
4 |
35% |
>113,85 |
>1,1 |

