KAI Targetkan 30 Rangkaian KRL Baru Beroperasi Akhir 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan 30 rangkaian KRL Commuter Line baru untuk beroperasi di wilayah Jabodetabek akhir 2026, didukung anggaran Rp 5 triliun dari Presiden Prabowo Subianto.
Latar Belakang
Rencana ini berawal dari pengajuan KAI senilai Rp 4,8 triliun yang disetujui dan dinaikkan menjadi Rp 5 triliun pada November 2025, untuk menambah kapasitas angkut dan kurangi kepadatan penumpang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menekankan prioritas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi melalui produksi lokal seperti PT INKA, meski belum pasti sumber pasokan.
Progres Terkini
Pada Januari 2026, proses desain kereta dan jaringan listrik aliran atas (LAA) sedang berjalan, tapi realisasi baru mungkin akhir tahun karena waktu produksi gerbong. Selain itu, KAI telah operasikan 11 trainset dari CRRC China dan 4 dari INKA, dengan target 11 trainset INKA lagi sebelum Juli 2026.
Dampak
Penambahan ini di luar pengiriman 12 rangkaian INKA pesanan 2023, diharapkan tingkatkan kenyamanan dengan fitur AC dan bersih, serta dukung mobilitas perkotaan Jabodetabek. Satu rangkaian (12 gerbong) butuh sekitar Rp 150 miliar.

