Saham Properti Dinilai Masih Menarik, Selektif di Segmen High-End
Saham properti di Indonesia dinilai tetap menarik untuk investasi di 2026 meski pemulihan daya beli masyarakat belum merata. Analis merekomendasikan pendekatan selektif dengan fokus pada segmen high-end, di mana permintaan bergeser akibat pelemahan presales pada segmen menengah.
Latar Belakang
Presales gabungan empat emiten besar (BSDE, PWON, SMRA, CTRA) pada 2025 mencapai Rp26,3 triliun, turun 1,2% secara tahunan, sesuai ekspektasi karena lambatnya pemulihan daya beli. Riset RHB Sekuritas (20 Februari 2026) mempertahankan sikap overweight pada sektor ini, didukung stabilitas suku bunga BI di 4,75% dan insentif pemerintah.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham BSDE dari Google Finansial) |
BSDE: Land bank besar, target harga hingga Rp1.240.
SMRA: Dominasi residensial high-end, target Rp570–Rp580.
CTRA: Produk Rp1–3 miliar, target Rp1.240–Rp1.300.
PWON: Pendapatan mall stabil, top pick overweight.
|
Emiten |
Fokus Utama |
Target Harga (Rp) |
Valuasi Saat Ini |
|
BSDE |
Land bank & residensial |
1.220–1.240 |
Murah vs RNAV |
|
SMRA |
Township high-end |
570–580 |
Diskon 50–60% |
|
CTRA |
Properti nasional |
1.240–1.300 |
Solid permintaan |
|
PWON |
Ritel & mall |
- |
Recurring income |

