United Airlines Pangkas Penerbangan Akibat Harga Bahan Bakar Tinggi
United Airlines mengumumkan pemangkasan jadwal penerbangan hingga 5 persen dalam jangka pendek karena lonjakan harga bahan bakar jet yang dipicu perang Iran. Keputusan ini diambil CEO Scott Kirby melalui memo kepada karyawan pada 20 Maret 2026, dengan rencana pemulihan penuh pada musim gugur mendatang.
Penyebab Lonjakan Harga Minyak
Harga minyak dunia diproyeksikan mencapai US$175 per barel dan bertahan di atas US$100 hingga akhir 2027 akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Harga jet fuel telah lebih dari dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, menambah beban biaya tahunan United hingga US$11 miliar atau sekitar Rp186,51 triliun.
Detail Pemangkasan Kapasitas
United menargetkan rute tidak menguntungkan yang menyumbang 3 persen kapasitas, ditambah penangguhan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai (1 persen), serta pengurangan 1 persen di hub Chicago. Pemangkasan ini mencakup penerbangan tengah minggu, Sabtu, dan malam hari pada kuartal II dan III 2026, meski permintaan perjalanan tetap kuat.
Strategi Jangka Panjang
Meski demikian, Kirby menegaskan perusahaan memiliki cadangan keuangan kuat dan tidak akan kurangi investasi masa depan. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah guncangan bahan bakar global yang juga memengaruhi maskapai lain seperti Delta dan American Airlines.

