Utang Luar Negeri RI Naik 1,7 Persen, Tembus Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Utang Luar Negeri RI Naik 1,7 Persen, Tembus Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai Rp7.389 triliun pada Januari 2026, naik 1,7% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding Desember 2025 yang sebesar 1,8% (yoy), terutama dipicu ULN sektor publik.

Rincian ULN Pemerintah

ULN pemerintah tercatat USD216,3 miliar, tumbuh 5,6% (yoy) dari 5,5% bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong penarikan pinjaman untuk program pemerintah dan aliran modal asing ke SBN internasional, meski ada ketidakpastian global.

Penggunaan dana difokuskan pada jasa kesehatan (22%), administrasi pemerintah (20,3%), pendidikan (16,2%), konstruksi (11,6%), serta transportasi (8,5%). Hampir seluruhnya (99,98%) adalah utang jangka panjang.

ULN Sektor Swasta

ULN swasta turun menjadi USD193 miliar dari USD194 miliar di Desember 2025, kontraksi 0,7% (yoy). Penurunan dipengaruhi perusahaan non-keuangan, dengan dominasi sektor industri pengolahan, jasa keuangan, listrik-gas, dan pertambangan (80,1%). Utang jangka panjang mencapai 76,2%.

Struktur dan Rasio

Rasio ULN terhadap PDB turun ke 29,6% dari 29,9%, dengan ULN jangka panjang mendominasi 85,6%. BI dan pemerintah terus pantau untuk jaga kesehatan fiskal dan dukung pertumbuhan ekonomi.

 

Next Post Previous Post