Utang Pinjol dan Paylater Warga RI Tembus Rp 125 Triliun, Mana Lebih Banyak?
Utang pinjol dan paylater warga Indonesia mencapai total Rp125,64 triliun per Januari 2026, dengan pinjol mendominasi secara signifikan. Pinjol jauh lebih besar daripada paylater berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Total Utang Gabungan
OJK melaporkan outstanding pinjol dan paylater (buy now pay later/BNPL) tembus Rp125,64 triliun pada awal 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan kuat di sektor fintech lending, didorong oleh permintaan pinjaman digital.
Perbandingan Pinjol vs Paylater
|
Kategori |
Nilai Outstanding
(Januari 2026) |
Pertumbuhan YoY |
Catatan Tambahan |
|
Pinjol (P2P Lending/PindAR) |
Rp98,54 triliun |
25,52% |
Naik dari Rp96,62 T (Des 2025); TWP90 (kredit macet) 4,38% |
|
Paylater (BNPL) |
Rp27,1 triliun |
20% |
Sisa piutang debit; 31,21 juta rekening |
Pinjol menyumbang sekitar 78% dari total, jauh lebih besar karena sifatnya sebagai pinjaman tunai bebas penggunaan, sementara paylater terikat transaksi belanja.
Risiko dan Tren
Tingkat kredit macet pinjol naik ke 4,38%, masih di bawah batas OJK 5%, tapi tren meningkat jadi perhatian. Paylater tumbuh stabil meski proporsinya kecil (0,32% dari total kredit perbankan).

