Bank Negara Indonesia Turunkan Anggaran Buyback Saham ke Rp905,49 Miliar
Bank Negara Indonesia (BNI) baru-baru ini merevisi anggaran buyback sahamnya menjadi Rp905,48 miliar, turun dari rencana awal yang lebih tinggi seperti Rp1,5 triliun. Langkah ini diumumkan menjelang persetujuan pemegang saham, sebagai strategi untuk mengurangi tekanan jual di pasar saham yang fluktuatif.
Latar Belakang
BNI telah beberapa kali mengumumkan rencana buyback sejak awal 2025, awalnya Rp905 miliar dengan RUPST pada Maret 2025, lalu dinaikkan ke Rp1,5 triliun pada 2026 sebelum kembali disesuaikan. Penurunan anggaran ini kemungkinan mencerminkan kondisi pasar terkini, termasuk volatilitas rupiah dan tekanan likuiditas sektor perbankan.
Dampak Keuangan
Buyback akan didanai dari kas internal atau arus kas bebas, memengaruhi aset dan ekuitas sementara tanpa melebihi 10% modal disetor. Saham hasil buyback direncanakan dialihkan untuk program kepemilikan karyawan, direksi, dan komisaris dalam tiga tahun.
Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan menunggu restu RUPST, dengan periode maksimal 12 bulan setelah persetujuan, dilakukan via BEI secara bertahap atau sekaligus. Berita ini relevan bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi domestik dan global saat ini.

