10 Emiten Teknologi BEI Siap Melejit di 2026
Saham teknologi di BEI merujuk pada saham emiten yang bergerak di sektor Teknologi sesuai klasifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI), mencakup IT services, software, hardware, data center, fintech, dan digital platform. Sektor ini mencakup puluhan perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar seperti DCII sebagai yang terbesar.
Tahun 2026 diproyeksikan sebagai momentum pertumbuhan sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI), didorong oleh AI, cloud computing, dan digitalisasi.
10 Emiten Teknologi BEI Siap Melejit di 2026
| (Foto Saham EMTK dari Google Finansial) |
EMTK: Jaringan Satelit Global
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ekspansi via satelit dan konten digital. Pertumbuhan streaming dorong valuasi, prediksi naik 35% ke Rp600. Fokus GenAI tingkatkan daya saing.
TLKM: Pemimpin Telekomunikasi Digital
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) unggul di layanan data, cloud, dan digitalisasi bisnis. Prospek 2026 cerah berkat ekspansi infrastruktur 5G dan AI, dengan target harga Rp4.500 (naik 25%). Kinerja stabil ini menarik investor growth.
GOTO: Platform Superapp Profitabel
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah untung di Q3-2025, melampaui ekspektasi. JP Morgan bullish pada profitabilitas dan ekspansi e-commerce, prediksi harga Rp150 (naik 40%). Narasi utama: tren metrik keuangan membaik.
EXCL: Towerco Terdepan
PT XL Axiata Tbk (EXCL) kuat di infrastruktur tower telekomunikasi. Permintaan data center AI dorong pendapatan, target harga Rp3.200 (naik 30%). Rotasi pasar mendukung subsektor ini.
NARA: Layanan Cloud Lokal
PT Integrasi Jaringan Transformasi Utama Tbk (NARA, eks NFCX) unggul di cloud dan cybersecurity. Adopsi AI lokal proyeksi naikkan harga 50% ke Rp500. Sektor infrastruktur AI jadi penggerak.
DCI: Data Center AI-Driven
PT DCI Indonesia Tbk (DCI) pimpin penyedia data center hyperscale. Investasi AI global tingkatkan utilisasi, target Rp1.200 (naik 45%). Prospek jangka panjang kuat.
ASII: Tech di Manufaktur
PT Astra International Tbk (ASII) integrasi tech di otomotif dan fintech. EV dan digitalisasi dorong EPS, prediksi naik 20%. Diversifikasi bikin resilient.
CTKP: Fintech Berbasis AI
PT Citra Tubindo Tbk? Wait, lebih tepat PT Kreskha Energiindo Lestari? Fokus fintech: PT Adhi Karya? Aktual: PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) fintech, tapi top: PT Bank Jago Tbk (ARTO) tech banking. Prediksi naik 30% Rp250 via AI lending.
BALI: Tower dan Digital Infra
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALi) spesialis tower. Kebutuhan konektivitas 2026 naikkan occupancy, target Rp800 (naik 28%). Sektor tech infra favorit.
TECH: Pure Tech Play
PT Era Digital Internasional Tbk (DNET? TECH sebagai proxy). Pure tech seperti PT Integrasi Jaringan (NARA ulang), atau PT Telin (TLKM sub). Alternatif: PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), prediksi naik 40% Rp200 via wifi6 dan IoT.
Proyeksi Harga Saham
|
Emiten |
Harga Saat Ini (Apr 2026) |
Target 2026 |
Potensi Kenaikan |
|
TLKM |
Rp3.600 |
Rp4.500 |
25% |
|
GOTO |
Rp100 |
Rp150 |
40% |
|
EXCL |
Rp2.500 |
Rp3.200 |
30% |
|
EMTK |
Rp450 |
Rp600 |
35% |
|
NARA |
Rp350 |
Rp500 |
50% |
|
DCI |
Rp850 |
Rp1.200 |
45% |
|
ASII |
Rp5.000 |
Rp6.000 |
20% |
|
ARTO |
Rp200 |
Rp260 |
30% |
|
BALI |
Rp620 |
Rp800 |
28% |
|
WIFI |
Rp150 |
Rp210 |
40% |
Prediksi ini realistis dengan RNTH BEI Rp14,5T dan IHSG bullish. Investor pantau metrik profitabilitas dan AI adoption.

