Superbank Tingkatkan Porsi Saham Publik Menjadi 15 Persen

Superbank Tingkatkan Porsi Saham Publik Menjadi 15 Persen

Superbank (SUPA) berencana meningkatkan porsi saham publik atau free float menjadi 15 persen sesuai ketentuan OJK. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mematuhi regulasi dan menjaga likuiditas saham di pasar modal.

Latar Belakang IPO Superbank

Superbank resmi melantai di BEI pada Desember 2025 melalui IPO dengan kode SUPA. Saat itu, perusahaan melepas 4,4 miliar saham baru pada harga Rp635 per saham, menghimpun dana Rp2,79 triliun. Dana tersebut dialokasikan 70% untuk modal kerja penyaluran kredit ke segmen underbanked (ritel dan UMKM), serta 30% untuk pengembangan teknologi seperti AI, data analytics, dan cybersecurity.

Alasan Peningkatan Free Float

Peningkatan free float ke 15 persen diwajibkan OJK untuk emiten Tbk guna memastikan ketersediaan saham bagi publik. Saat IPO, porsi saham publik mencapai 13 persen dari modal disetor penuh. Kini, Superbank menargetkan tambahan 2 persen untuk memenuhi standar tersebut dan meningkatkan kepercayaan investor.

Aspek

Saat IPO (Des 2025)

Target Baru (Apr 2026)

Porsi Saham Publik

13%

15%

Jumlah Saham Dilepas

4,4 miliar

Belum dirinci

Tujuan Utama

Ekspansi digital

Patuh regulasi OJK


Dampak bagi Investor dan Bisnis

Kenaikan free float dapat meningkatkan likuiditas saham SUPA dan menarik lebih banyak investor institusional. Sebagai bank digital terafiliasi Grab, Emtek, dan KakaoBank, Superbank fokus ekspansi layanan keuangan inklusif (Superbank For All). Strategi ini selaras dengan pertumbuhan sektor perbankan digital di Indonesia.
Next Post Previous Post