67% Perusahaan Tak Buka Lowongan Baru, APINDO Soroti Regulasi Ketenagakerjaan

67% Perusahaan Tak Buka Lowongan Baru, APINDO Soroti Regulasi Ketenagakerjaan

Mayoritas perusahaan di Indonesia enggan menambah tenaga kerja baru akibat tantangan ekonomi yang berkepanjangan. Survei terbaru dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunjukkan 67 persen perusahaan tidak berencana merekrut karyawan dalam waktu dekat.

Latar Belakang Survei

Survei internal Apindo dilakukan di tengah rapat Panja dengan Komisi IX DPR RI pada 14 April 2026 di Jakarta. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyatakan bahwa 50 persen perusahaan juga tidak punya rencana ekspansi dalam lima tahun ke depan.

Kondisi ini dipicu oleh tren investasi yang belum optimal, terutama di sektor padat karya seperti tekstil dan manufaktur yang menjadi penyerap tenaga kerja utama. Investasi asing (FDI) cenderung mengalir ke sektor padat modal, sehingga lapangan kerja baru semakin sulit tercipta.

Dampak pada Pasar Kerja

Data survei ini memperburuk prospek pencari kerja, karena 67 persen responden perusahaan menunda rekrutmen hingga lima tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan tren sebelumnya, di mana 69 persen perusahaan membekukan perekrutan pada 2023 untuk menghindari PHK massal.

Sektor seperti perbankan, perhotelan, dan farmasi paling tangguh dalam menahan ekspansi SDM. Gap antara produksi, keuntungan, dan kenaikan gaji pekerja juga menjadi faktor pendorong ketidakpastian.

Tantangan Ekonomi Terkait

Investasi yang menjauh dari sektor padat karya menimbulkan risiko PHK berkelanjutan, seperti yang dialami industri tekstil sepanjang 2025. Apindo mendorong pemerintah agar FDI tidak hanya fokus padat modal, tapi juga padat karya untuk ciptakan lapangan kerja.

Proyeksi 2025-2026 menunjukkan tantangan serupa dalam penciptaan lapangan kerja baru. Lebih dari 50 persen perusahaan bahkan sudah kurangi tenaga kerja demi efisiensi.

Harapan ke Depan

Bob Azam menekankan perlunya perhatian khusus pada isu ini untuk revisi RUU Ketenagakerjaan. Penciptaan lapangan kerja berkualitas menjadi kunci pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan gejolak global.

 

Next Post Previous Post