Adiwarna Anugerah (NAIK) Tebar Dividen Rp3 per Saham, Cair 22 Mei 2026

Adiwarna Anugerah (NAIK) Tebar Dividen Rp3 per Saham, Cair 22 Mei 2026
PT Adiwarna Anugerah Abadi (kode saham: NAIK) kembali menebar dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp3 per saham dengan total pembayaran mencapai sekitar Rp9,98 miliar.

Besaran dan sumber dividen

Adiwarna Anugerah (NAIK) Tebar Dividen Rp3 per Saham, Cair 22 Mei 2026
(Foto Saham NAIK dari Google Finansial)
Dividen tunai Rp3 per saham tersebut bersumber dari laba bersih Adiwarna Anugerah pada tahun 2025 sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 April 2026.

Nilai Rp9,98 miliar ini menunjukkan komitmen manajemen untuk membagikan sebagian keuntungan bisnis kepada pemegang saham, sekaligus memperkuat daya tarik investasi di saham NAIK.

Jadwal pembagian dividen

Berikut jadwal pembagian dividen tunai NAIK untuk tahun buku 2025:

Cum dividen reguler & negosiasi: 29 April 2026

Ex dividen reguler & negosiasi: 30 April 2026

Cum dividen pasar tunai: 4 Mei 2026

Ex dividen pasar tunai: 5 Mei 2026

Recording date (daftar pemegang saham berhak): 4 Mei 2026

Tanggal pembayaran dividen tunai: 22 Mei 2026

Artinya, investor yang masih memegang saham hingga akhir perdagangan 29 April 2026 di pasar reguler/negosiasi akan tetap mendapat hak dividen tersebut.

Profil singkat emiten

PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. adalah emiten yang bergerak di bidang jasa sistem proteksi kebakaran, khususnya sebagai kontraktor dan perdagangan alat‑alat fire protection sejak 2007.

Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia pada akhir 2024 dan sejak itu secara konsisten membagikan dividen tunai sekitar Rp3 per saham dua tahun berturut‑turut, yakni untuk tahun buku 2024 dan 2025.

Arti bagi investor

Bagi investor jangka panjang, konsistensi Adiwarna Anugerah dalam membagikan dividen Rp3 per saham setiap tahun dapat menjadi pertimbangan positif, terutama jika dibandingkan dengan rasio laba bersih dan struktur kas perseroan.

Namun, investor disarankan tetap memantau perkembangan kinerja keuangan, proyek‑proyek fire protection yang berjalan, serta risiko sektoral agar keputusan investasi tetap berbasis analisis fundamental, bukan hanya faktor dividen semata.

Next Post Previous Post