Prochiz (KEJU) Tebar Dividen Rp89,88 Miliar, Catat Jadwalnya

Prochiz (KEJU) Tebar Dividen Rp89,88 Miliar, Catat Jadwalnya

PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), produsen keju merek Prochiz, kembali membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025. Perseroan menetapkan total dividen sebesar Rp89,88 miliar atau setara Rp16 per saham, yang mencerminkan sekitar 50,09 persen dari laba bersih 2025 sebesar Rp179,44 miliar.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 April 2026. Pembagian dividen tersebut menunjukkan kinerja keuangan perseroan yang tetap solid sepanjang tahun lalu.

Jadwal Pembagian Dividen

Berikut jadwal penting pembagian dividen KEJU:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 29 April 2026.

Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2026.

Cum dividen di pasar tunai: 1 Mei 2026.

Recording date: 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Ex dividen di pasar tunai: 5 Mei 2026.

Pembayaran dividen: 13 Mei 2026.

Investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada recording date berhak menerima pembagian dividen tunai tersebut.

Kinerja Keuangan KEJU

Prochiz (KEJU) Tebar Dividen Rp89,88 Miliar, Catat Jadwalnya
(Foto Saham KEJU dari Google Finansial)
Pembagian dividen ini ditopang oleh laba bersih perseroan yang mencapai Rp179,44 miliar pada 2025. Angka ini disebut naik 22 persen berkat strategi distribusi dan perluasan pasar, termasuk dorongan permintaan dari segmen tertentu.

Dari laba tersebut, selain dividen, perseroan juga menyiapkan Rp200 juta sebagai cadangan wajib. Sisanya dialokasikan sebagai cadangan umum yang belum ditetapkan penggunaannya.

Implikasi bagi Investor

Bagi investor, dividen Rp16 per saham ini menjadi sinyal bahwa KEJU masih menjaga konsistensi pembagian hasil kepada pemegang saham. Dengan payout ratio sekitar 50 persen, perseroan masih menyisakan ruang untuk menjaga modal kerja dan ekspansi usaha.

Momentum pembagian dividen ini juga bisa menjadi perhatian pasar karena sering memicu peningkatan minat transaksi menjelang cum date. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan prospek bisnis jangka menengah.

 

Next Post Previous Post