BEI Keluarkan Saham HSC dari Indeks Utama Mulai Mei 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Kebijakan ini efektif mulai 4 Mei 2026, mengikuti evaluasi MSCI untuk meningkatkan likuiditas dan representasi pasar.
Latar Belakang Kebijakan
BEI menyesuaikan kriteria evaluasi indeks utama pada April 2026, mengecualikan saham HSC setelah merilis daftarnya sejak 2 April 2026. Langkah ini menjawab kekhawatiran MSCI dan FTSE Russell soal kepemilikan terkonsentrasi yang mengganggu likuiditas. Kepala Divisi Pengaturan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyatakan perubahan ini memastikan indeks mencerminkan dinamika pasar aktual.
Dampak pada Saham Saat Ini
| (Foto Saham DSSA dari Google Finansial) |
Pengganti Saham HSC
Kandidat pengganti berasal dari saham likuid dengan free float besar dan fundamental solid. BEI menerbitkan pengumuman resmi seperti Peng-00058 dan Peng-00210 untuk mendukung transisi ini. Kebijakan memperkuat komunikasi dengan MSCI guna cegah downgrade status pasar.
Manfaat bagi Investor
Pengumuman daftar HSC meningkatkan transparansi, membantu investor ambil keputusan. Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik menekankan manfaatnya bagi publik. Secara keseluruhan, ini mendorong pasar lebih investable dan kompetitif.

