China Perketat Kapasitas Industri Tenaga Surya

China Perketat Kapasitas Industri Tenaga Surya

Pemerintah China mengambil langkah tegas untuk mengendalikan kelebihan produksi di sektor tenaga surya, menanggapi pertumbuhan pesat yang memicu ketidakstabilan pasar. Kebijakan ini bertujuan menjaga kesehatan industri panel surya yang mendominasi pasar global, di mana China menyumbang sekitar 80% produksi dunia.

Latar Belakang Masalah

China telah mencatat rekor kapasitas tenaga surya terpasang mencapai 1,08 miliar kilowatt pada Mei 2025, mewakili 30% total pembangkit listrik nasional. Namun, kelebihan kapasitas menyebabkan penurunan harga drastis dan kerugian miliaran dolar bagi produsen. Otoritas seperti Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi kini memperketat pengawasan untuk mengatasi masalah mendesak ini.

Pertumbuhan surya diprediksi melambat setelah lonjakan 277 GW pada 2024, dengan penurunan 8-23% pada 2025 akibat mekanisme harga pasar baru. Kapasitas PLTS bahkan diproyeksikan melampaui PLTU batu bara pada 2026.

Langkah Pengendalian

Otoritas China menyerukan pembatasan ekspansi produksi untuk mencegah overkapasitas, termasuk pengawasan ketat terhadap proyek baru. Ini mencakup arahan bagi industri agar fokus pada efisiensi dan stabilitas, bukan ekspansi tak terkendali. Kebijakan serupa juga menargetkan 15 GW tenaga termal surya hingga 2030 dengan biaya kompetitif.

Dampak Global

Dominasi China dalam surya—dengan 386 GW ladang operasional per 2024, mempengaruhi rantai pasok dunia. Langkah perketatan ini berpotensi menstabilkan harga panel surya global, meski menimbulkan kekhawatiran bagi importir seperti AS yang memberlakukan bea masuk. Bagi Indonesia, ini bisa membuka peluang diversifikasi sumber EBT di tengah transisi dari PLTU.

 

Next Post Previous Post