KFC Indonesia Bukukan Rugi Bersih Rp 366 Miliar Sepanjang 2025

KFC Indonesia Bukukan Rugi Bersih Rp 366 Miliar Sepanjang 2025

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC di Indonesia, mengalami kerugian bersih signifikan sepanjang 2025 meski ada upaya efisiensi. Perusahaan ini menutup puluhan gerai untuk mengurangi beban operasional akibat penurunan pendapatan.

Kinerja Keuangan Semester I-2025

Pendapatan FAST turun 3,21% menjadi Rp2,4 triliun pada Januari-Juni 2025, dibanding Rp2,48 triliun tahun sebelumnya. Kerugian bersih menyusut menjadi Rp138,75 miliar, lebih baik dari Rp348,83 miliar di periode sama 2024, berkat pengendalian biaya.

Penurunan ini dipicu boikot konsumen dan lemahnya penjualan sejak 2020. Perusahaan memilih tutup gerai tak produktif demi tingkatkan EBITDA.

Penutupan Gerai dan PHK Karyawan

Hingga September 2025, FAST tutup 19 gerai, berdampak PHK 400 karyawan; total tahunannya capai 20-25 gerai dan 1.041-1.442 karyawan dirumahkan. Alasan utama: kontrak expired dan kinerja buruk pasca-pandemi.

Rencana tutup 25 gerai diumumkan akhir 2025 untuk tekan biaya operasional dan tingkatkan profitabilitas, meski pangsa pasar berisiko turun.

Kondisi Tahunan 2025

Sepanjang 2025, pendapatan Rp4,88 triliun hampir stabil, tapi kerugian usaha Rp312 miliar (dari Rp789 miliar di 2024) dan rugi bersih Rp366 miliar (dari Rp796,71 miliar). Biaya penjualan dan administrasi masih tinggi meski COGS ditekan.

Strategi efisiensi struktural beri harapan pemulihan, termasuk relokasi gerai dan suntik modal.

Dampak dan Prospek ke Depan

Penutupan gerai kurangi beban, tapi tantang loyalitas pelanggan di tengah kompetisi ketat. FAST harap perbaikan struktural stabilkan saham dan keuangan di 2026.

Next Post Previous Post