Harga Pupuk Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Selat Hormuz Ditutup
PT Pupuk Indonesia memastikan harga pupuk subsidi tidak akan naik meski Selat Hormuz ditutup akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi global ini memang berdampak pada harga komoditas pupuk di pasar internasional, tetapi pemerintah dan BUMN pupuk berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan di dalam negeri.
HET pupuk subsidi dipastikan stabil
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak akan naik, bahkan setelah pemerintah sebelumnya menurunkannya sekitar 20 persen.
Pemerintah pun menegaskan tidak ada rencana menaikkan kembali HET, sehingga petani tetap mendapat harga yang terjangkau dan terlindungi dari gejolak harga global.
Dampak ketegangan Selat Hormuz
Penutupan sementara Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga pupuk urea dunia karena jalur strategis ini dilalui sekitar 30 persen perdagangan pupuk global.
Namun, Pupuk Indonesia menjamin bahwa pasokan pupuk subsidi dan non‑subsidi di Indonesia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri, bukan impor.
Stok dan kebutuhan pupuk nasional
Pemerintah dan Pupuk Indonesia menyatakan stok pupuk, termasuk urea, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia.
Dengan kombinasi penurunan HET sebelumnya dan ketersediaan pasokan domestik, pemerintah berharap produktivitas sektor pertanian tetap terjaga dan petani tidak terbebani tambahan biaya usaha.

