IHSG Melesat 2%, Dipimpin Saham‑Saham Bank

IHSG Melesat 2%, Dipimpin Saham‑Saham Bank

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada awal perdagangan Rabu (1/4/2026), dengan penguatan menembus 2%. Berdasarkan data perdagangan, IHSG tercatat berada di level 7.194,46 atau naik 146,24 poin (2,07%) pada pukul sekitar 09.30 WIB.

Mayoritas Saham di Zona Hijau

Penguatan IHSG pagi itu didorong oleh dominasi saham‑saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat 493 saham menguat, 152 saham melemah, dan 313 saham stagnan, menunjukkan sentimen pasar yang cukup solid sejak pembukaan perdagangan.

Nilai transaksi hingga pukul tersebut mencapai Rp3,17 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 5,74 miliar saham dalam 386 ribu kali transaksi.

Saham Bank Menjadi Motor Utama

IHSG Melesat 2%, Dipimpin Saham‑Saham Bank
(Foto Saham BBRI / Bank Rakyat Indonesi dari Aplikasi Stockbit)
Reli IHSG pagi ini dipimpin oleh saham‑saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan, yang kembali menjadi motor utama indeks.

Beberapa bank pelat merah mencatat kenaikan seperti:

BBRI naik 1,2-2,4%

BMRI naik 1,69%

BBNI naik 1,6%

BBTN naik 2,39%

BRIS naik 1,42%

Saham‑saham bank swasta juga ikut naik lebih dari 1% pada pagi hari tersebut, memperkuat dominasi sektor perbankan di gerak indeks.

Kebijakan Pemerintah dan Geopolitik

Penguatan IHSG pagi ini juga merespons sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai dapat mengurangi tekanan anggaran dan daya beli masyarakat akibat gejolak harga energi dunia.

Antara lain adalah penerapan work from home (WFH) satu kali dalam sepekan untuk ASN pada hari Jumat, program penghematan BBM, refocusing anggaran, serta penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa belum akan menaikkan harga BBM non‑subsidi per 1 April 2026, sehingga pasar sedikit “lega” terhadap risiko kenaikan harga energi domestik dalam waktu dekat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada penyesuaian harga untuk produk seperti Pertadex atau solar kualitas tinggi, meski pemerintah akan terus mengkaji kebijakan sesuai perkembangan harga minyak dunia.

Next Post Previous Post