Kredit Macet Pinjol Februari 2026 Naik Lagi, Tembus 4,54%
Kredit macet pinjaman online atau pinjol di Indonesia kembali naik pada Februari 2026. Berdasarkan data OJK, tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 industri fintech peer to peer lending mencapai 4,54%, naik dari 4,38% pada Januari 2026.
Kenaikan ini terjadi di tengah melonjaknya outstanding pinjol nasional yang sudah menembus Rp100,69 triliun per Februari 2026. Nilainya tumbuh 25,75% secara tahunan, menunjukkan permintaan pembiayaan digital masih sangat kuat meski risikonya ikut membesar.
Kredit macet naik
TWP90 adalah indikator penting yang menunjukkan porsi pembiayaan bermasalah yang sudah lewat 90 hari. Saat angkanya naik, artinya semakin banyak peminjam yang gagal membayar tepat waktu dan tekanan risiko di industri pun meningkat.
Pada Februari 2026, kenaikan TWP90 ke 4,54% menandai level tertinggi dalam dua tahun terakhir menurut sejumlah laporan berbasis data OJK. Meski begitu, industri pinjol tetap mencatat pertumbuhan yang tinggi dari sisi penyaluran dana.
Outstanding pinjol terus membesar
Nilai utang masyarakat Indonesia pada layanan pinjol resmi mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026. Angka ini menunjukkan pinjol masih menjadi pilihan utama sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dana cepat.
Pertumbuhan yang tinggi ini juga memperlihatkan bahwa pasar pembiayaan digital di Indonesia masih ekspansif. Namun, pertumbuhan yang terlalu cepat tanpa pengelolaan risiko yang baik dapat memicu kenaikan kredit macet lebih lanjut.
Apa penyebabnya?
Kenaikan kredit macet biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kemampuan bayar debitur yang melemah, penyaluran kredit yang agresif, dan ketatnya kondisi ekonomi rumah tangga. Dalam beberapa laporan, industri pinjol juga disebut masih menghadapi tekanan dari platform bermasalah yang ikut mendorong naiknya rasio TWP90.
Di sisi lain, asosiasi industri sebelumnya menilai bahwa tanpa beberapa platform yang sedang bermasalah, tingkat kredit macet industri sebenarnya masih bisa berada di bawah 3%. Ini menunjukkan bahwa kualitas portofolio antarplatform bisa sangat berbeda.
Dampak bagi pengguna
Bagi pengguna, naiknya kredit macet pinjol berarti perlu lebih berhati-hati sebelum mengambil pinjaman. Pinjol cocok hanya untuk kebutuhan mendesak dengan perhitungan arus kas yang jelas, bukan untuk konsumsi yang tidak penting.
Pengguna juga perlu memastikan platform yang dipilih terdaftar dan diawasi otoritas terkait, karena pinjol ilegal biasanya membawa risiko biaya, penagihan, dan data pribadi yang lebih besar. Membandingkan bunga, tenor, dan total kewajiban bayar menjadi langkah penting sebelum mengajukan pinjaman.

