Laba Bersih Citra Borneo Utama Tumbuh 11,5% di Kuartal I‑2026

Laba Bersih Citra Borneo Utama Tumbuh 11,5% di Kuartal I‑2026

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal pertama 2026, meski pendapatan dari kontrak dengan pelanggan terkoreksi tipis. Emiten pengolahan minyak kelapa sawit ini mencatat laba periode berjalan Rp 45,97 miliar pada Januari–Maret 2026, naik sekitar 11,5% dibandingkan capaian kuartal I–2025 sebesar Rp 41,21 miliar.

Pendapatan Turun, Tapi Laba Naik

Pada periode yang sama, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan CBUT tercatat sebesar Rp 3,37 triliun, mengalami penurunan 0,5% dibanding Rp 3,39 triliun di kuartal I–2025.

Namun, kinerja profitabilitas membaik lantaran penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp 2,81 triliun dari sebelumnya Rp 2,90 triliun pada tiga bulan pertama tahun lalu.

Penurunan beban pokok penjualan tersebut mendorong laba bruto naik sekitar 13,9% menjadi Rp 559,30 miliar, dari sebelumnya Rp 490,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bruto ini menjadi penopang utama tercapainya pertumbuhan laba bersih meski volume atau harga penjualan kurang berkontribusi secara signifikan.

EPS Naik dan Arus Kas Memburuk

Peningkatan laba bersih juga mendorong kenaikan laba per saham dasar (EPS) menjadi Rp 14,71 per saham pada kuartal I–2026, naik dari Rp 13,19 per saham pada kuartal I–2025.

Adapun pendapatan perseroan masih didominasi oleh penjualan kepada pihak berelasi, yang memegang porsi cukup besar dalam struktur operasional dan penjualan perusahaan.

Di sisi likuiditas, beberapa laporan analisis menyebutkan arus kas operasi CBUT berbalik positif menjadi Rp 48,84 miliar pada kuartal I–2026, dibandingkan defisit Rp 64,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan perbaikan manajemen kas operasional.

Meski begitu, efisiensi biaya tetap menjadi kunci utama pertumbuhan laba perseroan di tengah tekanan permintaan atau harga komoditas kelapa sawit yang belum sepenuhnya pulih.

Next Post Previous Post