Lonjakan Harga Avtur Tekan Industri Penerbangan Indonesia

Lonjakan Harga Avtur Tekan Industri Penerbangan Indonesia

Harga bahan bakar avtur melonjak hingga 70-80% pada April 2026, memicu tekanan besar pada maskapai penerbangan. Kenaikan ini dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia naik tajam.

Penyebab Utama Kenaikan

Konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi global, menyebabkan harga avtur di Indonesia naik rata-rata 70% dibanding Maret 2026. Pertamina mengumumkan penyesuaian ini efektif 1 April 2026, mengikuti tren harga internasional. Ketua INACA Denon Prawiraatmadja menyatakan, "Harga avtur naik mengikuti harga global akibat krisis geopolitik".

Desakan Maskapai ke Pemerintah

Maskapai mendesak penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) tiket domestik dan fuel surcharge untuk menutup biaya operasional. INACA meminta kenaikan hingga 15% agar industri tetap bertahan, karena tanpa itu maskapai berisiko memangkas rute atau maintenance. Kementerian Perhubungan akan diskusikan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Dampak pada Penumpang dan Industri

Tiket pesawat domestik dan internasional berpotensi naik signifikan, meski pemerintah ragu karena inflasi dan ekonomi. Maskapai seperti Garuda dan Lion Air sudah putar otak dengan tinjau ulang rute tak menguntungkan. Tanpa intervensi, keberlangsungan operasional terancam.

 

Next Post Previous Post