Mentan Targetkan Cadangan Beras Tembus 5–6 Juta Ton pada 2026

Mentan Targetkan Cadangan Beras Tembus 5–6 Juta Ton pada 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan cadangan beras pemerintah terus meningkat, dengan proyeksi sekitar 5 juta ton pada April 2026 dan berpotensi menyentuh 6 juta ton pada Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam sejumlah kesempatan rapat kabinet dan kunjungan ke sentra penggilingan, sekaligus menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Stok beras yang terus meningkat

Pada awal 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) diperkirakan berada di kisaran 3,3–3,9 juta ton, lalu meningkat menjadi sekitar 4 juta ton pada pertengahan Maret 2026. Kementerian Pertanian memproyeksikan peningkatan ini berlanjut pada April menjadi sekitar 5 juta ton dan berpotensi naik lagi hingga mendekati 6 juta ton pada Juni, jika panen raya berjalan lancar.

Alasan dan strategi pemerintah

Peningkatan cadangan beras ini diarahkan untuk menstabilkan harga, menekan risiko inflasi pangan, dan memastikan pasokan aman di tengah tekanan geopolitik dan fluktuasi cuaca. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memperkuat ketersediaan benih unggul, pupuk, serta infrastruktur irigasi, sekaligus melanjutkan rehab dan pembangunan jaringan air tanah dan daerah irigasi guna menjamin irigasi sawah tetap optimal.

Tantangan kapasitas penyimpanan

Di tengah kenaikan stok, pemerintah juga menghadapi keterbatasan kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton, sehingga strategi penyewaan gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 2 juta ton dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan cadangan. Langkah ini dinilai penting agar peningkatan stok tidak mengganggu kualitas beras dan tetap memudahkan distribusi ke daerah‑daerah yang membutuhkan.

Pesan kebijakan bagi masyarakat

Mentan menegaskan bahwa cadangan beras yang hampir lima juta ton sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun, termasuk saat menghadapi masa‑masa kritis sebelum panen raya. Dengan kombinasi peningkatan produksi, pengelolaan CBP, dan sinergi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan beras yang aman, stabil harga, dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.


 

Next Post Previous Post