Menkeu Purbaya Yakinkan Investor Global: Kondisi Fiskal Indonesia Tetap Tangguh

Menkeu Purbaya Yakinkan Investor Global: Kondisi Fiskal Indonesia Tetap Tangguh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, lembaga pemeringkat internasional, hingga investor global menilai arah kebijakan fiskal Indonesia sebagai langkah yang positif dan kredibel. Sentimen ini diyakini akan berdampak pada peningkatan kepercayaan investor dan potensi masuknya arus modal asing ke Indonesia.

Respon positif IMF dan Bank Dunia

IMF dan Bank Dunia menilai Indonesia mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang relatif cepat tanpa mengorbankan kehati‑hatian dalam pengelolaan fiskal. Dalam pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, Purbaya juga mendapat penegasan bahwa Indonesia masih menjadi “bright spot” di tengah ketidakpastian global yang dipicu geopolitik dan volatilitas harga energi.

IMF dan Bank Dunia, lanjut Purbaya, tertarik dengan kombinasi pertumbuhan tinggi dan kebijakan fiskal yang tetap terjaga pendanaannya melalui APBN yang berkelanjutan. Ini diperkuat dengan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit fiskal dalam batas aman sambil tetap memfasilitasi investasi strategis dan perlindungan sosial.

Investor global “lega” soal fiskal RI

Purbaya menjelaskan bahwa pertemuan di Washington, DC, juga melibatkan 18 lembaga investasi global, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, yang menunjukkan ketertarikan pada instrumen fixed income maupun ekuitas di Indonesia. Para investor tersebut menyatakan sudah yakin bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia bergerak ke jalur yang benar, setelah pemerintah membantah kabar simpang siur tentang “fiskal bermasalah”.

Mereka menilai fundamental makroekonomi Indonesia kuat, meski lembaga pemeringkat sempat memberi outlook lebih negatif dengan data yang menurut Purbaya belum sepenuhnya lengkap. Investor menyebut kondisi fiskal RI tetap tangguh dan potensi risiko lebih ke soal komunikasi kebijakan, bukan kelemahan struktur anggaran.

Dampak ke arus modal dan pasar modal

Usai rangkaian pertemuan dengan IMF, Bank Dunia, lembaga rating, dan investor global, Purbaya optimistis arus modal asing ke instrumen pendapatan tetap dan ekuitas akan meningkat. Dana yang masuk mayoritas diproyeksikan berupa investasi portofolio, bukan hanya Foreign Direct Investment (FDI), yang akan mendorong penguatan indeks pasar modal dan likuiditas pasar domestik.

Pemerintah juga menyadari pentingnya memperbaiki komunikasi dengan investor, khususnya dari Amerika Serikat, agar sinyal kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi lebih mudah dipahami dan mengurangi risiko sentimen negatif yang berlebihan. Dengan dukungan internasional ini, Purbaya menekankan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan eksternal sambil memacu pertumbuhan inklusif.


Next Post Previous Post