Pemerintah Anggarkan Rp 5 Triliun Bangun 100 Gudang Bulog di 2026
Perum Bulog siap mendirikan 100 gudang baru dengan total anggaran sekitar Rp 5 triliun. Dana sebesar itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan digunakan untuk memperkuat penyangga pasokan beras dan jagung di seluruh Indonesia.
Rencana dan anggaran pembangunan
Bulog akan membangun 100 unit gudang baru yang masing‑masing dilengkapi fasilitas penggilingan beras, sehingga bisa menampung hasil panen petani secara langsung. Proyek ini ditargetkan dimulai pada Januari 2026 dan diharapkan sebagian besar gudang sudah siap menampung gabah dan beras saat panen raya berlangsung pada Maret–Mei 2026.
Lokasi dan tujuan
Pembangunan 100 gudang baru akan difokuskan di kabupaten/kota yang belum memiliki gudang Bulog, termasuk di daerah lumbung pangan dan kawasan tertinggal, terdepan, terluar (3T). Tujuannya adalah memudahkan petani menjual hasil panen, memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP), serta menyederhanakan rantai distribusi dan logistik beras nasional.
Konteks kebijakan pemerintah
Langkah pembangunan ini didukung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dikuatkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antar‑kementerian serta peraturan turunan yang sedang disiapkan. Pemerintah melihat peningkatan produksi beras domestik sebagai latar belakang rencana tersebut, sehingga penambahan kapasitas penyimpanan dianggap krusial untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

