Petrosea Lepas Saham SSIA untuk Fokus Bisnis Inti
PT Petrosea Tbk (PTRO) baru-baru ini melepas seluruh sahamnya di SSIA untuk memperkuat fokus pada sektor pertambangan dan EPC (Engineering, Procurement, Construction). Langkah strategis ini menandakan upaya perusahaan mengoptimalkan portofolio bisnis di tengah dinamika pasar saham yang fluktuatif.
Latar Belakang Keputusan
Petrosea, emiten kontraktor tambang milik grup Prajogo Pangestu, memilih divestasi saham SSIA agar dapat mengalokasikan sumber daya lebih besar ke lini utama jasa pertambangan. Berita ini muncul di berbagai situs berita bisnis seperti HarianBasis.co pada awal April 2026, seiring tren harga komoditas yang memengaruhi kinerja PTRO. Keputusan ini sejalan dengan perkembangan bisnis PTRO yang telah mencatat realisasi overburden removal lebih dari 7,2 juta BCM di proyek dengan mitra seperti PT Pasir Bara Prima.
Dampak pada Kinerja Saham
Saham PTRO sempat mengalami volatilitas signifikan, termasuk penurunan tajam hingga 55% year-to-date pada Maret 2026 meski laba melonjak hampir 200% di tahun buku 2025. Analis mencatat tekanan dari faktor seperti ex-date dividen, sentimen MSCI, dan profit taking, dengan harga sempat anjlok 14% pada Januari 2026. Divestasi ini diharapkan membawa stabilitas jangka panjang dengan mengurangi distraksi non-core business.
Strategi ke Depan
Dengan pelepasan saham SSIA, Petrosea akan lebih agresif di segmen pertambangan dan EPC, memanfaatkan kontrak existing serta potensi ekspansi di tengah proyeksi harga CPO yang menguat hingga Juni 2026. Investor disarankan wait-and-see untuk memantau sentimen pasar pasca-divestasi. Langkah ini memperkuat posisi PTRO sebagai pemain utama di industri tambang Indonesia.

