Harga Avtur Melonjak, INACA dan Pengamat Prediksi Dampak ke Logistik

 

Harga Avtur Melonjak, INACA dan Pengamat Prediksi Dampak ke Logistik

Lonjakan harga avtur di pasar global berpotensi membebani biaya logistik di Indonesia, terutama untuk angkutan udara dan rantai pasok yang bergantung pada pengiriman cepat. Kenaikan bahan bakar penerbangan ini tidak hanya mengganggu margin maskapai, tetapi juga bisa menimbulkan efek domino ke harga ongkos kirim dan perdagangan digital.

Penyebab kenaikan harga avtur

Kenaikan harga avtur dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pasok energi global, yang mendorong harga minyak dan bahan bakar penerbangan melonjak di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, faktor domestik seperti luasnya wilayah Indonesia dan banyaknya rute penerbangan pendek antarpulau juga membuat konsumsi avtur relatif tinggi sehingga harganya cenderung mahal.

Dampak terhadap logistik dan perdagangan

Avtur merupakan komponen biaya operasional yang besar di industri kargo dan transportasi udara, sehingga kenaikan harga langsung menekan biaya distribusi dan ongkos kirim. Pengamat logistik memperingatkan bahwa tekanan biaya ini bisa menimbulkan “shock” di sektor logistik, khususnya untuk layanan yang mengandalkan angkutan cepat seperti e‑commerce dan ekspor impor waktu kritis.

Respons pelaku usaha dan regulator

Maskapai dan pelaku logistik berpotensi melakukan penyesuaian skema biaya, seperti kenaikan fuel surcharge, tarif kargo, atau biaya layanan lain untuk menjaga keberlanjutan operasional. Kalangan asosiasi dan pakar mengimbau pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengkaji dampak kenaikan avtur terhadap biaya distribusi dan menyiapkan kebijakan yang bisa menyeimbangkan daya beli masyarakat dengan kemampuan beroperasi pelaku usaha.

Next Post Previous Post