Potensi Kenaikan Saham BUMI: Analisis Terkini

Potensi Kenaikan Saham BUMI: Analisis Terkini

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara dari Grup Bakrie dan Salim, menunjukkan potensi kenaikan signifikan berdasarkan tren pasar terkini. 

Pada September 2025, saham ini melonjak 6,43% ke Rp149 dengan volume transaksi Rp2,01 triliun, didorong akumulasi investor. Hingga awal 2026, kenaikan mencapai 93% sebulan, ditopang prospek masuk indeks MSCI dan ekspansi emas-bauksit.

Performa Harga dan Volume

Potensi Kenaikan Saham BUMI: Analisis Terkini
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Saham BUMI mencatat kenaikan impresif sepanjang 2025-2026. Pada 24 September 2025, harga ditutup Rp149 setelah volume 13,83 miliar lembar, dengan net buy broker Rp125,4 miliar. 

Di 2026, saham ini naik 30% hanya dalam dua hari pertama tahun, mendekati level tertinggi sejak 2017, dan sempat tembus Rp292 pada Februari.

Faktor Pendorong Utama

Prospek cerah didukung target produksi batu bara yang meningkat dan potensi masuk MSCI Indonesia Global Standard Index Februari 2026. 

Investor asing seperti BlackRock dan Vanguard aktif memborong, meski ada divestasi selektif, sementara analis seperti Samuel Sekuritas beri target hingga Rp500. Ekspansi ke emas dan bauksit juga jadi katalis baru.

Target Harga dan Strategi

Analis memproyeksikan target Rp231-241 dengan support Rp189-205, strategi buy on pullback saat koreksi. Meski sempat koreksi 10% akhir 2025, tren bullish bertahan di atas support Rp340, dengan potensi Rp290-310 jangka pendek. Investor disarankan pantau resistance Rp700 untuk risiko MSCI.

Next Post Previous Post